asbabun nuzul surat hud ayat 117 119

Bacajuga: Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah ayat 94, 97 dan 98 Keterangan: Malik Ibnu as Shaif menerangkan bahwa ketika Rasulullah di utus dan di ingatkan kepada mereka kaum yahudi akan janji mereka (untuk iman kepadaNya) dan apa yang dijanjikan Allah kepada mereka itu (dalam kitab Taurot tentang diutus nya Muhammad sebagai Nabi), kaum yahudi AnNahl 106). Ibnu Abu Hatim mengetengahkan pula sebuah hadis yang lain melalui Mujahid yang menceritakan, bahwa ayat di atas diturunkan berkenaan dengan sebagian penduduk Mekah yang telah beriman. Kemudian sebagian para sahabat menulis surah kepada mereka dari Madinah, yang isinya menganjurkan mereka untuk berhijrah. IbnuAbbas r.a., Mujahid, Qatadah, dan Ad-Dahhak serta lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: sedangkan aku termasuk orang-orang yang khilaf. (Asy-Syu'ara': 20) Yakni termasuk orang-orang yang tidak mengerti. Ibnu Juraij mengatakan bahwa memang demikianlah bacaan ayat ini menurut qiraat Abdullah ibnu Mas'ud. Ayatini khusus bagi orang-orang tua yang tidak mampu berpuasa, dan mereka boleh memberi makan satu orang miskin setiap hari. Lihat perkataannya yang diriwayatkan Ibnul Jarut, MUTIARA RAMADHAN: "MENGGAPAI KEBAHAGIAN BERSAMA ALLAH" e-mail: blog: http:muhsinharstaff.umy.ac.id - http:www.slideshare.netMuhsinHariyanto 60 Jelaskankandungan QS.Hud ayat 117-119 - 6025983 najibmaekre77 najibmaekre77 08.05.2016 SBMPTN Surat ini adalah surat ke 49 dari surat-surat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad di Mekah, dan terdiri dari 120 ayat. Menurut sebagian mufassir, surat Hud diturunkan pada akhir-akhir keberadaan Nabi Muhammad saw di Mekah. Rencontre Femme Pays De La Loire. Alyazea Amanda Latin dan Terjemahan Surat Hud Ayat 117 وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ Wa mā kāna rabbuka liyuhlikal-qurā biẓulmiw wa ahluhā muṣliḥụn Artinya Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. Asbabun Nuzul Surat Hud Ayat 117 Belum ditemukan asbabun nuzul dari ayat ini Tafsir Kementrian Agama Republik Indonesia Surat Hud Ayat 117 Dan sekali-kali Tuhanmu yang membimbing dan memberi petunjuk kepada hamba-Nya tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, yakni membinasakan secara total dan menyeluruh, selama penduduknya negeri itu adalah orang-orang yang selalu berbuat kebaikan, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Pada ayat ini Allah swt menjelaskan bahwa Dia tidak akan membinasakan suatu negeri, jika penduduk negeri itu, masih berbuat kebaikan, tidak berbuat zalim seperti mengurangi timbangan sebagaimana halnya kaum Nabi Syuaib tidak melakukan perbuatan liwath homoseks, sodomi seperti halnya kaum Nabi Lut tidak patuh kepada pimpinannya yang kejam dan bengis, seperti halnya Firaun, dan kejahatan lain, karena yang demikian, adalah suatu kezaliman. Allah tidak akan menyuruh melakukan yang demikian itu. Firman Allah Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. QS. Fussilat/41 46 Dan firman-Nya Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun. QS. Yunus/10 44 Sumber Tafsir Kementrian Agama Republik Indonesia Versi Online Ini menjadi salah satu ayat Alquran yang mengingatkan pentingnya kejujuranSelalu memegang teguh kejujuran menjadi pokok utama dari surat At Taubah ayat 119. Sebab, orang beriman yang jujur bahkan dijanjikan untuk masuk surga oleh Allah itu, sebagaimana arti surat At Taubah yakni tobat, dalam surat ini banyak diulang kata tobat. Yakni terdapat pada ayat 3, ayat 5, ayat 11, ayat 27, ayat 74, ayat 104, ayat 112 dan keseluruhan, ayat 119 ini juga tergolong madaniyah, yakni turun setelah Rasulullah hijrah ke Madinah. Surat ini juga mengingatkan tentang pentingnya hidup Juga Wajib Tahu, Ini 10 Adab Buang Air dalam IslamBacaan Surat At Taubah Ayat 119 Beserta Asbabun NuzulnyaFoto Surat At Taubah Ayat 105 -1 Sumber ilustrasi surat At Taubah Sumber Orami Photo StockBerikut ini bacaan surat At Taubah ayat 119 dalam tulisan Arab, latin dan artinyaيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَYaa ayyuhal ladziina aamanut taqullooha wa kuunuu ma’ash shoodiqiinArtinya “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” QS At Taubah 119Asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat ini berkaitan dengan dua ayat sebelumnya. Dari ayat 117-119, ada pembahasan tentang tobatnya Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’ dan Hilal bin tidak ikut Perang Tabuk. Ka’ab bin Malik sebenarnya telah mempersiapkan kendaraan perang dan perbekalan. Namun, ia malah beberapa hari dan pasukan muslim sudah jauh, Ka’ab tidak juga berangkat. Ia merasa sedih dan kesedihan itu semakin kuat ketika terdengar kabar Rasulullah dalam perjalanan pulang dari Perang sempat terpikir untuk berbohong. Namun begitu terdengar Rasulullah SAW telah dekat, hilang rencana itu. Diriya sadar, meksi berbohong tetap saja Allah SWT akan mengungkap Rasulullah SAW tiba di Masjid dan selesai salat dua rakaat, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang segera mendatangi beliau. Mereka mengemukakan alasan dengan berdusta agar SAW pun tidak menghukum mereka. Namun, Ka’ab tidak mengemukakan alasan apa pun. Ia mengakui dirinya bersalah tidak berangkat. Kemudian Beliau menyatakan bahwa Ka’ab telah berkata jujur dan memintanya pergi hingga Allah SWT menurunkan itu pun turun berupa Iqab atau sanksi atas Ka’ab, Murarah dan Hilal yakni tidak diajak berkomunikasi oleh kaum muslimin selama 50 10 hari terakhir, istrinya pun dilarang komunikasi. Ka’ab merasa bumi menjadi sangat sempit. Ia seakan hidup sendiri tanpa teman dan hari ke-50, Allah SWT menurunkan Surat At Taubah ayat 117-119. Isinya, Allah SWT menerima tobat mereka dan menyerukan untuk tetap jujur serta membersamai orang-orang yang benar dan Juga Mengenal Muhasabah, Introspeksi Diri yang Dianjurkan dalam IslamTafsir Surat At Taubah Ayat 119Foto Keutamaan Syarifah Berdasarkan Alquran dan Hadis, Umat Muslim Wajib Tahu! Foto ilustrasi membaca Alquran bersama Sumber Orami Photo StockDirangkum dari berbagai sumber trafsir, inilah tafsir surat At Taubah ayat 1191. Perintah untuk BertakwaKetika menafsirkan ayat ini, Sayyid Qutb menuliskan dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an menjelaskan mengenai asbabun nuzul dari ayat untuk menekankan arti kejujuran yang tampak dalam kisah tiga orang yang tak ikut perang, datanglah seruan bagi seluruh orang yang beriman untuk bertakwa kepada SWT memerintah orang-orang yang beriman untuk bertakwa karena taqwa itulah yang akan membawa keberuntungan, dan juga menjadi kunci untuk masuk surga. Rasulullah SAW bersabdaاِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَArtinya “Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada.” HR TirmidziSecara umum, takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Ini dilakukan saat sedang sendiri maupun saat bersama orang Pentingnya KejujuranBuya Hamka mengatakan, kejujuran kadang-kadang meminta pengorbanan dan penderitaan. Tetapi mereka yang bertahan pada kejujuran. Mereka tetap mengambil pihak dan memilih hidup bersama dalam daftar orang yang benar dan orang membiasakan kejujuran, akan ada banyak mendapat banyak kebaikan yang menghampiri, hingga dijanjikan untuk masuk surga jika benar-benar melakukannya dengan ikhlas. Rasulullah SAW bersabdaعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِArtinya “Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar ke surga.” HR Bukhari dan MuslimSelain itu, jujur adalah karakter dari orang yang beriman, karena mereka tidak mungkin memiliki sifat pembohong. Mereka selalu diliputi oleh kebaikan, yang menjauhkan dari Berada dengan Orang-Orang yang JujurMemiliki kejujuran juga harus dipelihara, salah satunya dengan berada di lingkungan orang-orang yang jujur. Karena, orang beriman dan bertakwa selalu memegang kebenaran dan karena itu, Sayyid Qutb dan Buya Hamka dalam tafsirnya menegaskan makna ini dengan diserukan untuk bertaqwa kepada Allah SWT dan selalu bersama orang-orang yang Juga Hukum Meniup Makanan dalam Islam, Wajib Tahu!Kandungan Surat At Taubah Ayat 119Foto Meredam amarah menurut pandangan Islam Foto ilustrasi sedang bertasbih Sumber Orami Photo StockDari penjelasan tafsir tersebut, terdapat kesimpulan kandungan dari isi kandungan Surat At Taubah ayat 119, yakniAllah SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bertakwa. Yakni selalu berusaha menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala SWT memerintahkan orang-orang yang beriman untuk jujur, baik dalam perkataan maupun adalah tanda keimanan dan bukti SWT memerintahkan orang-orang yang beriman bersama orang-orang yang ini juga mengisyaratkan pentingnya berjamaah, atau bersama dengan orang-orang yang berpegang pada kebenaran dan dengan mengetahui arti, tafsir, dan kandungan surat At Taubah ayat 119 ini dapat meneguhkan karakter kejujuran dan ketakwaan pada umat Islam. Sumber Copyright © 2023 Orami. All rights reserved. Surah Hud Ayat 117-119 Bacaan Surah Hud Ayat 117-119 Terjemah Surah Hud Ayat 117-119 Mufradat Surah Hud Ayat 117-119 Isi Kandungan Surah Hud Ayat 117-119 Wislahcom Referensi وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَّاَهْلُهَا مُصْلِحُوْنَ وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَۙ اِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ ۗوَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗوَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ Terjemah Surah Hud Ayat 117-119 Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka Senantiasa berselisih pendapat. kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. dan untuk Itulah Allah menciptakan mereka. kalimat Tuhanmu keputusan-Nya telah ditetapkan Sesungguhnya aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia yang durhaka semuanya. Mufradat Surah Hud Ayat 117-119 tidak akan membinasakanلِيُهْلِكَnegeri-negeriالْقُرٰىsecara zalimبِظُلْمٍberbuat kebaikanمُصْلِحُوْنَmenjadikanلَجَعَلَmereka Senantiasaيَزَالُوْنَberselisih pendapatمُخْتَلِفِيْنَۙdiberi rahmatرَّحِمَ Isi Kandungan Surah Hud Ayat 117-119 Allah Swt memberitakan melalui ayat yang ke 117 ini bahwa Dia Maha Adil lagi Penyayang kepada hamba-Nya yakni tidak akan berbuat sewenang-wenang kepada suatu negeri yang penduduknya orang-orang saleh, meskipun kuasa sepenuhnya Milik-Nya. Jika demikian, Allah akan mendatangkan azab di suatu wilayah jika di dalamnya banyak kezaliman. Zalim yang paling besar ialah menyekutukan Dia dengan makhluk, seperti perilaku masyarakat yang memberi sesajen di kuburan, pohon besar, dan lainnya, percaya dengan jimat, dukun serta praktik syirik lainnya. Selain syirik, seluruh perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan hadis adalah kezaliman yang mengundang murka Allah swt. Dia berkuasa penuh menjadikan seluruh manusia bersatu dalam keimanan ataupun kekufuran. Akan tetapi, Dia juga berkehendak menciptakan manusia berpecah belah atau berselisih dalam perkara akidah sekalipun. Dalam hal ini, Ikrimah berpendapat bahwa yang diperselisihkan manusia itu dalam hal petunjuk, beda halnya dengan Hasan al-Basri, menurutnya dalam masalah rezeki, yaitu sebagian menguasai sebagian lainnya. Apapun yang diperselisihkan itu, mereka adalah orang-orang Yahudi, Nasrani dan Majusi yang tidak mengikuti ajaran Islam yang menyempurnakan ajaran mereka. Untuk mengantisipasi terjadinya perselisihan yang dapat menimbulkan kebencian, maka Allah Swt utus para rasul agar manusia tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip agama yang lurus tidak menyimpang, mereka adalah orang-orang islam yang berpegang kuat pada prinsip itu. Siapapun yang berpegang teguh pada ajaran al-Quran dan hadis akan terjamin keselamatan baginya, di dunia meraih kebahagiaan dan di akhirat pun mendapat balasan surga. Sebaliknya, bagi mereka yang tetap berselisih dan enggan beriman, sudah disediakan baginya neraka Jahannam yang dihuni oleh jin dan manusia durhaka. Related postsKunci Jawaban Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut Kelas 11 SMA, MA, SMK Halaman 42 Kurikulum MerdekaCara Jualan OnlineSEO Google LengkapBacklink GratisReinforcement Learning from Human Feedback RLHF Apa, Tujuan, Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 7 SMP, MTS Halaman 45, 46 Kurikulum Merdeka Date 33700 AM Ikhtisar Quran Surat at Taubah[9] ayat 117-119, kaitannya dengan kandungan Hadis Bukhari Nomor 4310Quran Surat at Taubah[9] ayat 117-119 di dalamnya memaparkan mengenai tema "ujian untuk selalu jujur". Riwayat yang berkaitan dengan Quran Surat at Taubah[9] ayat 117-119 diantaranya adalah Hadis Bukhari nomor 4310 dalam kitab Shahih Bukhari. Mengenai isi hadis yang terkait dengan Quran Surat at Taubah[9] ayat 117-119 ini, akan dielaborasi dipaparkan lebih detail pada kajian di bawah ini. Kajian Quran Surat at Taubah[9] ayat 117-119, kaitannya dengan kandungan Hadis Bukhari Nomor 4310Bismillahirrahmaanirrahiim...Alhamdulillah, pada kesempatan ini Asbabun Nuzul Quran bisa kembali berbagi Hadits/Hadis/Hadith macam-macam orang menyebutnya. Yaitu berbagi sebuah hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran Qur’an/al Qur’an, baik sebagai penjelasan, implementasi kandungan makna sebuah ayat, maupun sebagai Asbabun Nuzul sebuah ayat al Quran. Sebelumnya, kami telah berbagi Hadis Bukhari nomor 4308 yang matannya berkaitan dengan Quran Surat at Taubah[9] ayat 118. Bagi yang ingin menyegarkan kembali ingatan mengenai tulisan kami sebelumnya, bisa dikaji melalui link dengan judul Quran Surat at Taubah[9] ayat 118 Penjelasan .Pada tulisan ini, Asbabun Nuzul Quran akan kembali berbagi hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran. Mari kita kaji hadits di bawah ini!Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair Telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail dari Ibnu Syihab dari 'Abdur Rahman bin 'Abdullah bin Ka'ab bin Malik dari 'Abdullah bin Ka'ab bin Malik -dia adalah penuntun Ka'ab bin Malik- dia berkata; Aku mendengar Ka'ab bin Malik bercerita mengenai ketertinggalannya dari perang Tabuk. Demi Allah, setahu saya tidak ada seorang muslim yang telah di uji Allah dalam kejujuran ucapannya, yang ia lebih baik dari pada apa yang telah diujikan Allah kepada saya sejak saya ceritakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, saya tidak pernah bermaksud untuk berdusta kepada Rasulullah hingga sekarang ini. Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Rasulullah-Nya shallallahu 'alaihi wasallam "Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin, dan orang-orang Anshar… hingga ayat 'dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.' Qs. At-Taubah 9 117-119.Keterangan Hadits Bukhari Nomor 4310 terkait dengan Quran Surat at Taubah[9] ayat 118 Riwayat hadis tersebut berisi mengenai tema “ujian untuk selalu jujur”. Kutipan hadis di atas diambil kitab Shahih Bukhari dengan nomor 4310. Selain dari kitab Shahih Bukhari, hadis dengan sanad dan matan yang sama juga terdapat dalam kitab Fathul Bari nomor 4678. Menurut ijma ulama, hadis di atas termasuk dalam kategori hadis Shahih. Sehingga bisa dijadikan referensi yang baik untuk mengkaji makna sebuah ayat, maupun digunakan sebagai inspirasi dalam rangka mencari solusi atas sebuah permasalahan. hadis ini juga merupakan rujukan yang kuat untuk mendalami makna Quran Surat at Taubah[9] ayat 117-119, dilihat dari sisi metode tafsir bil Ma’tsur khususnya tafsir Quran bil Hadis. Walaupaun, tidak sedikit hadis yang didalamnya menjelaskan keterkaitan ayat dengan ayat lainnya, atau yang disebut dengan istilah tafsir bil Ma’tsur ayat bil ayat. Sehingga bisa dikatakan bahwa kajian seperti ini, menurut teori metodologi tafsir bil ma’tsur merupakan “pintu gerbang” utama untuk membuka “tabir” makna secara utuh sebuah ayat al dari sisi matannya isi/kandungan, hadis di atas termasuk hadis yang memiliki kaitan dengan ayat-ayat al Quran. Dalam hal ini, Hadis Bukhari nomor 4310 berisi mengenai riwayat yang menjelaskan kandungan makna sebuah ayat al Quran, dan atau sebagai riwayat yang memaparkan contoh penerapan kandungan makna ayat al Quran di zaman Rasulullah SAW. Dalam konteks hadis ini, yaitu terkait dengan Quran Surat at Taubah[9] ayat 117-119. فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ Maka mengapa tidak ada mengapa tidak dari umat-umat dari bangsa-bangsa terdahulu sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan orang-orang yang teguh dalam beragama dan memiliki keutamaan yang melarang daripada mengerjakan kerusakan di muka bumi makna yang dimaksud adalah meniadakan, artinya hal tersebut jelas tidak akan terjadi di kalangan mereka kecuali hanya sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka yang melakukan nahi mungkar sehingga selamatlah mereka. Huruf min di sini mengandung makna bayan atau penjelasan dan orang-orang yang lalim hanya mementingkan mereka tidak mau melakukan nahi mungkar dan selalu senang dengan perbuatan kerusakan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka mereka hanya bersenang-senang saja dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara lalim dengan sesuka-Nya terhadap negeri-negeri tersebut sedangkan penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan orang-orang yang beriman. وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu pemeluk agama yang satu tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat dalam masalah agama. إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu artinya Allah telah menghendaki kebaikan bagi mereka sehingga mereka tidak berselisih pendapat tentangnya. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka sebagian di antara mereka ada yang suka berselisih dan sebagian yang lain ada yang diberi rahmat oleh-Nya sehingga mereka tidak berselisih mengenai agama. Kalimat Rabbmu telah diputuskan yaitu sesungguhnya Aku akan memenuhi Jahanam dengan jin dan manusia semuanya. وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ Dan setiap lafal kullan ini dinashabkan dengan alamat naqsh sedangkan tanwinnya merupakan pergantian dari mudhaf ilaih, artinya semua kisah rasul-rasul yang diperlukan Kami ceritakan kepadamu, yaitu kisah-kisah para rasul lafal maa di sini menjadi badal daripada lafal kullan yang dengannya Kami teguhkan Kami tenangkanhatimu kalbumu dan dalam surah ini telah datang kepadamu kebenaran yang dimaksud adalah kisah-kisah para rasul ini atau ayat-ayat ini serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman orang-orang yang beriman disebutkan di sini secara khusus, mengingat hanya merekalah yang dapat memanfaatkan adanya kisah-kisah atau ayat-ayat ini untuk mempertebal keimanan mereka, berbeda dengan orang-orang kafir.

asbabun nuzul surat hud ayat 117 119